Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Rumah Adat Jawa Barat



Rumah Adat Jawa Barat, Gambar beserta keterangannya 

Sebelumnya saya sudah membahas tentang pakaian adat Jawa Barat dan kali ini saya akan kembali mengadirkan sebuah artikel yang masih dalam konteks Jawa Barat. Ternyata Jawa Barat memilki kebudayaan yang unik dan selain dinugerahi alam yang subur dan indah, masih banyak keunggulan yang dimilki daerah Sunda.
Masyarakat Sunda atau biasa disebut dengan istilah Urang Sunda memilki kebiasan yang sangat ramah, sopan, bersahaja, dan bersifat optimis. Dengan begitu dapat selaku masyakat timuran baik untuk mencontoh kebiasan dari Urang Sunda.
Sifat-sifat orang Sunda tersebut memang tak bisa dipungkiri. Selain kita dapat langsung membuktikannya dengan bergaul bersama mereka, kita juga dapat melihat rumah adatnya yang mengandung simbol-simbol kepribadian mereka.
Nah selain memilki kebiasaan yang baik, Jawa Barat memilki rumah adat yang khas sebagai ciri khas daerah setempat. Tidak hanya Jawa Barat, dinegara kita setiap daerah memilki kebudayaan rumah adat khas masing-masing. 

Rumah Adat Jawa Barat

Jawa Barat memilki kebudayaan keunikan tersendiri yang dijadikan ciri khas penduduk setempat. Rumah adat Jawa Barat sendiri memiliki dua jenis rumah adat yang sangat populer di negeri ini khususnya Jawa Barat. Disetiap rumah adat Jawa Barat mempunyai nilai filosofi yang sangat tinggi terutama dalam design dan perpaduan warna.
Rumah adat Jawa Barat memiliki berbagai nama tergantung dengan daerahnya asalnya. Selain itu design pun berbeda-beda anatara satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini dipengaruhi dengan keadaan lingkungan sekitar.
Selain dipengaruhi masyarakat setempat, ada maksud fungsi dari pebedaan itu yaitu agar terjaga dari musibah alam seperti hujan, angin, longsor, dan cuaca yang extrim.

Nama Rumah Adat Sunda

Rumah adat Jawa Barat memilki banyak nama dan rupa. Dengan itu tergantung dengan desain dari rumah yang digunakan. Di Jawa Barat memilki lima rumah adat yang dimana itu memiliki ciri khas daerah setempat. Dan setiap rumah memilki keunikan dan perbedaan masing-masing.
Perbedaan bisa dilihat dari atap rumah dan bahan dalam pembuatan rumah tersebut. Selain itu bentuk dan bahan untuk pembuatan rumah tersebut berbeda. Berikut ini kami sajikan lima rumah adat yang ada di Jawa Barat.

Imah Badak Heuay



rumah adat jawa barat





rumah adat jawa barat badak heuay


Rumah Imah Badak Heuay memiliki makna yang berarti badak yang sedang menguap. Rumah ini memilki ciri khusus yaitu pada bagian atapnya dan design rumah badak Heuay tampak seperti rumah Tagog Anjing. Dibagian suhuan atau atap belakang melewati tepian, sehingga jika diperhatikan betul rumah ini mirip dengan badak yang menguap.
Desain rumah ini banyak digunakan didaerah masyarakat Sukabumi, bahkan hingga sekarang masih mereka gunakan sebagai rumah hunian mereka.

Imah Togog Anjing



rumah adat jawa barat togog anjing


Rumah togog Anjing yang berarti anjing yang sedang duduk. Desain yang dimilki rumah adat satu ini menyerupai bentuk anjing saat duduk. Dibagian atap ada dua atap yang menyatu berbentuk segitiga, dan bagian atap satunya menyambung pada bagian depan.
Atap yang manyambung tersebut biasa disebut dengan istilah sorondoy dan pada umumnya digunakn sebagai peneduh pada bagian teras depan. Desain rumah ini sering digunakn oleh masyarakat Garut sebagai ciri khas masyarakat setempat. Selain digunakan sebagai rumah adat Garut, beberapa bungalow, hotel, dan tempat peristirahat disekitar puncak sering menggunakan desaign atap rumah ini.

Imah Julang Ngapak



rumah adat jawa barat julang ngapak
alimustikasari.com
rumah adat jawa barat julang ngapak


Rumah adat selanjurnya Imah Julang Ngapak dalam bahasa Indonesia yang mempunyai makna berarti burung yang mengepakkan sayapnya. Rumah adat ini memilki desaign  atapnya yang tampak agak melebar dibagian setiap sisinya.
Selain itu dibagian atapnya memiliki kemripan seperti burung yang sedang mengepakkan sayapnya. Pada umunya rumah ini dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang dibagian bubungannya. Penerapan begitu bertujuan untukmencegah rembesanya air dibagian pertemuan antar atap yang terletak pada ujung atas rumah.
Atap rumah Imah Julang Ngapak terbuat dari nahan rumbia, ijuk atau alang-alang yang diikat pada keranga atap bambu. Design rumah ini masih dijumpai didaerah Tasikmalaya. Selain itu gedung institut teknolohi Bandung masih menggunakan desaign atap rumah ini.

Imah Jolopong



rumah adat jawa barat jolopong


Rumah Imah Jolopong sangat populer di Jawa Barat, desain rumah ini banyak digunakan di masyarakat Jawa Barat dan Lainnya. Sesuai dengan namanya rumah ini berarti “terkulai” yang memilki atap yang tampak tergolek lurus. Rumah ini banyak yang meminati karena dilihat dari desaignnya lebih mudah dibuat dan lebih hemat material. Pada bagian atap terdapat duabagian yang mana jika ditarik antara ujung atap dengan ujung atap lainnya akan terbentuk sebuah segitiga sama kaki.
Desain rumah ini ciri khusus yang sering disebut dengan istilah suhunan. Selain itu rumah adat ini masih sering digunakn oleh masyarakat daerah Garut.

Imah Parahu Kumureb



rumah adat jawa barat perahukurep


Rumah adat yang terakhir yaitu Imah Parahu Kumureb atau biasa disebut dengan istilah perahu tengkurep. Desain rumahini memilki empat bagian utama yaitu bagian depan dan belakang berbentuk trapesium.
Selain itu dua bagian disisi kanan kiri berbentuk segitiga sama sisi. Di daerah Palembang rumah adat ini sering disebut dengan istilah desain atap Limasan. Sesuai dengan namanya, rumah adat ini tampak seperti sebuah perahu yang terbalik.
Desain atap ini mudah bocor karena terlalu banyak sambungan sehingga masyarakat Sunda jarang menggunakan desain rumahadat ini. Meskipun begitu ada sebagian daerah yang masih menggunakan desain atap ini yaitu didaerah Ciamis.

Capit Gunting



rumah adat jawa barat capi gunting


Capit Gunting merupakan salah satu nama susuhunan atau bentuk atap di masyarakat Sunda pada zaman dahulu. Atau dalam bahasa lainnya, istilah untuk nama susuhunan ini disebut Undagi. Undagi itu sendiri adalah tata arsitektur.
Capit Gunting tersusun dari dua kata, yaitu Capit dan Gunting. Dalam konteks dan arti dalam bahasa Sunda, Capit berarti asal mengambil dengan ujung barang yang sama-sama dijepitkan. Sedangkan gunting sendiri dalam basa Sunda berarti peralatan semacam pisau untuk memotong kain atau bisa dispesifikasikan sebagai pisau yang menyilang
Bentuk bangunan rumah yang atap (suhunan) bagian ujung belakang atas dan depan atas menggunakan kayu atau bambu yang bentuknya menyilang dibagian atasnya seperti gunting.
source:

Kesenian Daerah Jawa Barat

10 Jenis Kesenian Tradisional di Jawa Barat


Angklung 
    Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yangditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awalpenggunaannyaangklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional




 DEGUNG
        Sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acarahajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Baratyaitu,Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dansebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di JawaBarat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatanyang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakansebagai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Baratlainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya


Kuda renggong 
     Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yangterdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannyayaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke ataspunggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atauSatria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa danpakai kain serta selop




Kecapi Suling
      Sulingadalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainanalat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi(kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos (tembang)Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda, yang padaumumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan,yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakanuntuk mengiringi nyanyian sund

Rengkong
       Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhurmasyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur danorangyang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentukkesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanampadisampai dengan menemuinya.

 


Tanah Sunda (Priangan)jaipong
    Dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaiponganatau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karenamerupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaituKetuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula,yaituDegung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang,Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musikEropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak,dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian




Tari Topeng
Adalah tarian suku sunda yang dibawakan oleh sekelompok orangpenari pria atau wanita, yang menggunakan topeng khas suku sunda , dan biasanyatarian ini untuk menyambut tamu-tamu yang ingin berkunjung datang , dan sebagai pementasan pada saat acara-acara tertentu .Seperti perkawinan, khitanan,dan sebagainya


Wayang Golek
        Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat, yaitu pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musikDegung lengkap denganSinden nya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, sepertiRamayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala danCepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang lucu dan menarik.

Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini padaumumnya ditampilkan dengan Bodoran, serta diiringi dengan musik tradisionalyang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yangmempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan denganmembawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalahcerita lucu atau lelucon.


 Kuda lumping
      Kuda Lumpingmerupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca, rumput.Selain itu orang yang memerankannya akan di cambuk seperti halnya menyabuk kuda.

source:

Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian Adat Jawa Barat

Berbicara mengenai pakaian adat di daerah sunda atau Jawa Barat itu tidak bisa terlepas dari aspek sejarahnya. Dahulu kala, yang namanya pakaian di daerah sunda dibedakan berdasarkan strata sosial masyarakatnya. Setidaknya ada 3 kelompok yang menjadi pembeda. Pertama yaitu pakaian adat yang diperuntukkan untuk kalangan rakyat biasa atau bisa juga dibilang jelata. Kemudian ada juga yang dipakai untuk kalangan masayarakat menengah dan terakhir yang paling tinggi yaitu untuk kaum bangsawan (kelas atas).
Adapun untuk zaman sekarang ini tentu pengelompokan pakaian adat sunda berdasar pada strata sosial di masyarakat tersebut sudah tidak relevan. Karena sekarang kita lebih mengenal jenis dan nama-nama pakaian adat sunda berdasar pada fungsi dan tujuan pakainya.  Contohnya yaitu seperti kebaya, celana pangsi, baju salontreng, baju pengantin sunda, dan lain-lain. Ada juga pakaian adat sunda untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan dan contoh lainnya yang beragam.
Namun kendati begitu, marilah sedikit kita menengok sejarah. Bagaimana sebenarnya perwujudan dan penjelasan pakaian sunda dalam 3 jenis kelompok strata sosial seperti yang disebutkan tadi. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Lengkap  dengan nama-nama pakaian adat Sunda yang berkaitan.

1. Baju Pangsi dan Kebaya Sunda + Kain Kebat – Pakaian Untuk Rakyat Biasa

pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Kebaya dan Pangsi
Pengelompokan pakaian adat Jawa Barat yang pertama adalah untuk kalangan rakyat biasa. Seperti namanya, tampilan luar pakaian Sunda ini tentu sangatlah sederhana dan terkesan usang. Kaum jelata di daerah Sunda itu identik dengan kaum petani yang seperti sudah punya gaya pakaian yang khas.
Pakaian laki-laki
Bagi laki-laki, biasa memakai celana dengan ukuran besar (longgar) atau biasa disebut ‘celana komprang’ atau pangsi. Kemudian untuk atasannya biasa kenakan pakaian yang dinamakan baju salontréng. Namun seringnya paduan pakaian atas bawah ini disebut sebagai baju pangsi saja. Padahal nyatanya, yang namanya pangsi tersebut adalah nama untuk celananya (pakaian bawahan). Adapun atasannya yaitu seperti disebut tadi, yaitu Salontreng.
pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat

Sebagai ciri khas, juga tak ketinggalan pemakaian sarung selempang di dada yang dipakaikan secara diagonal / menyilang di bahu. Lalu sebagai alas kaki, memakai sandal tradisional (tarumpah) dari kayu.
Lalu untuk aksesorisnya, biasa ditambahkan sabuk, ikat kepala (logen) dengan model Barambang Semplak dan atau Hanjuang Nangtung.
Pakaian Perempuan
Adapun untuk pakaian perempuannya itu biasa mengenakan kain batik yang panjang (sarung kebat). Atau yang punya nama lain yaitu Sinjang Bundel sebagai bawahan (dipakai sebagaimana rok sampai betis). Kemudian juga memakai beubeur (sejenis ikat pinggang), kamisol, dan kebaya dilengkapi dengan selendang motif batik. Dan untuk alas kaki itu mengenakan sandal jepit keteplek.
Role model yang bisa kita jadikan contoh adalah sosok Nyi Iteung pada serial Kabayan. Contoh pemakaian baju adat Jawa Barat kaum jelata kurang lebih seperti itu.
pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Baju adat Sunda (Pangsi dan Kebaya Sunda) 
Adapun jika pakaian di atas dipakai di zaman sekarang, itu tidak berarti menunjukkan bahwa si pemakainya adalah rakyat jelata. Tapi memang lebih merujuk pada pengertian pakaian adat Sunda sebenarnya.

2. Baju Bedahan dan Kebaya – Pakaian Adat Sunda (Jawa Barat) Kaum Menengah

pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Baju Bedahan dan Kebaya
Kelompok ke dua adalah pakaian adat yang biasa dipakai oleh kaum menengah secara strata sosial. Perbedaan tampilan pakaian adat jenis ini tampak sangat kontras dan jelas dibanding pakaian untuk rakyat jelata. Terlihat lebih rapi dan berwibawa tentunya.
Pakaian adat Jawa Barat jenis ini biasa dipakai oleh kaum menengah yang berprofesi sebagai pedagang, pengusaha atau saudagar.
Untuk kaum laki-laki (pria) biasa mengenakan pakaian berwarna putih sejenis jas. dengan nama Baju Bedahan. Dipadukan dengan kain kebat yang disarungkan, memakai sabuk dan juga ikat kepala (bengker).
Sebagian orang dalam kalangan saudagar juga biasanya memakai arloji dengan rantai berwarna keemasan. Yang cara pemakaiannya itu digantung di kantong (saku) pakaian sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan. Sekaligus jadi pembeda juga dengan pakaian yang dikenakan oleh rakyat biasa.
Adapun kaum wanitanya biasa mengenakan atasan pakaian kebaya dengan aneka warna. Dipadukan dengan sanggul kepala, kain kebat sebagai rok bawahan. Ikat pinggang dan selendang berwarna juga tidak ketinggalan. Dan alas kakinya menggunakan sandal kelom geulis (selop).
Aksesoris lain yang juga biasa dipakai antara lain seperti kalung, anting, gelang, cincin emas atau perak.

3. Jas Beludru Sulam Benang Emas – Baju adat kaum bangsawan (Menak)

pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Pakaian adat Sunda – Jas Beludru dan Kebaya untuk Bangsawan
Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa pengelompokan jenis pakaian adat Sunda berdasar strata yang terakhir ini merupakan kelas paling atas. Artinya orang yang mengenakannya hanya dari kalangan bangsawan atau orang terpandang. Sehingga secara tampilanpun tentu kadar kelayakannya berkali-kali lipat dari pada jenis pakaian yang disebukan di atas.
Bagi kaum bangsawan pria, baju adat Sunda yang digunakan adalah terdiri dari Jas bahan beludru hitam. Jas tersebut konon disulam dengan benang emas pada bagian ujung lengan. Celana panjang motif serupa dengan jas, dan sabuk emas. Lalu menggunakan bendo juga sebagai tutup kepala dan untuk alas kaki yaitu menggunakan sandal selop hitam.
Adapun untuk perempuan, pakaian adat Sunda yang dikenakan adalah kebaya dengan bahan beludru hitam. Disulam dengan tambahan mute atau manik-manik. Tak lupa kain kebat dengan motif rereng sebagai bawahan. Dan untuk alas kaki itu menggunakan selop dengan bahan beludru hitam.
Tambahan akseseoris yang digunakan adalah berupa sanggul rambut, cincin, giwang dan bros. Tak ketinggalan juga tusuk konde, peniti rantai dan perhiasan lainnya yang biasanya bertahtakan berlian ataupun emas.

4. Beskap – Pakaian Adat Sunda untuk Acara Resmi

Di 3 poin pertama di atas, kita telah membahas pengelompokan pakaian adat Sunda berdasar pada strata sosial masyarakat. Tentunya dengan berdasar pada catatan sejarah yang ada.
Adapaun di zaman sekarang ini, pakaian adat Sunda lebih dikelompokkan pada kategori fungsi dan tujuan pemakaiannya.
Secara umum, sebenarnya tidak ada identitas atau nama khusus untuk satu setelan pakaian adat Sunda ini. Jadi biasanya nama yang disematkan hanya merujuk nama pakaiannya secara satuan. Misal seperti tadi celana pangsi, baju salontreng, dll. Salah satunya yakni pakaian Sunda yang biasa digunakan untuk keperluan resmi. Adapun secara fungsional, Pakaian adat Juga ada yang khusus untuk keperluan acara resmi. Baik itu untuk acara lembaga pemerintahan, upacara atau lainnya.
pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Beskap – Pakaian Adat untuk Mojang Jajaka 
Dewasa ini di kawasan Provinsi Jawa Barat kerap kali diadakan sebuah event bernama Pemilihan Mojang Jajaka (MOKA). Ini adalah ajang bergengsi pemuda dan pemudi Sunda dalam mengasah talenta dan pengetahuan tentang budaya Sunda. Kalau di Jakarta, sama saja dengan pemilihan Abang dan None, seperti itu.
Dan pakaian adat yang dikenakan untuk keperluan resmi semisal Mojang Jajaka tadi biasanya adalah Beskap (untuk laki-laki).

Apa itu Beskap?

Beskap yakni sejenis kemeja resmi untuk laki-laki. Pakain adat sunda yang satu ini memang lebih diperuntukkan untuk acara-acara resmi dan penting.
Beskap memiliki tekstru tebal, kerah bajunya juga tidak berlipat. Warna pakaian beskap tentu beragam namun biasanya berwarna gelap dan selalu polos. Jika diperhatikan dari dekat, ada perbedaan ukuran potongan beskap pada bagian depan yang tidak simentris. Tujuannya yaitu untuk antisipasi pemakaian aksesoris keris yang mungkin cukup berat. Pola kancingnya juga biasanya menyamping.
Beskap hampir pasti selalu dipadupadankan dengan jarik, yakni sejenis kain panjang yang diikatkan untuk menutupi kaki.

Pakaian untuk Mojang Jajaka

Para mojang (perempuan) biasa mengenakan baju adat berupa kebaya dengan warna polos dan kain kebat sebagai bawahan. Tak lupa juga pemakaian ikat pinggang (beubeur) untuk mengencangkan penggunaan kain. Kemudian juga memakai selendang atau karembong. Dan untuk alas kaki yaitu menggunakan selop warnanya biasanya disesuaikan dengan kebaya.
Sebagai pelengkap, ditambah pula penggunaan aksesoris tambahan. Antara lain sanggul untuk rambut, cincin, kalung, bros, gelang, peniti rantai dan perhiasan lainnya yang dirasa cocok.
pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
Pakaian Adat untuk Mojang Jajaka
Adapun para jajaka (pemuda) dalam ajang tersebut kerap mengenakan atasan yaitu Beskap / jas tertutup dengan warna hitam (atau bisa yg lainnya). Celana panjang juga biasanya disesuaikan dengan warna baju atasnya. Kepala menggunakan penutup sejenis peci (bendo). Dan yang terakhir, yaitu penggunaan selop (kelom) untuk alas kaki.
Tambahan lainnya yaitu jam (arloji) rantai yang dipasangkan dengan cara dijepit di saku jas.
Pakaian adat resmi ini juga bisa termasuk dalam kelompok pakaian adat Sunda modern.

5. Pakaian adat pengantin Sunda

Dalam fungsinya sebagai baju pengantin, pakaian adat Sunda juga memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain. Kita bisa dengan mudah menebak secara tepat bahwa itu adalah ciri khas pakaian adat Sunda.
Adapun baju adat Sunda untuk pengantin sekarang ini telah dimofifikasi sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dan modern. Namun tanpa menghilangkan kesan dan nilai adat tradisionalnya. Artinya modifikasinya tentu tidak dilakukan menyeluruh, melainkan hanya beberapa bagian tertentu saja.
Pakaian adat sunda untuk pengantin, pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat

Cantiknya penampilan pakaian sepasang pengantin Sunda memang sudah terkenal kemana-mana. Pada umumnya pakaian adat Sunda untuk pengantin ini terinspirasi dari busana putri di masa Kerajaan Sunda masa lalu. Di bagian kepala, rata-rata menggunakan sejenis mahkota perhiasan yang dinamakan Siger. Maknanya adalah sebagai perlambang kehormatan dan sifat bijak.
Busana / baju yang dikenakan pengantin wanita Sunda adalah sejenis kebaya brokat dengan warna krem, kuning, dll. Aksesoris perhiasan yang dikenakan meliputi gelang, cincin permata dan 2 kalung (pendek dan panjang) yang dipakai bersamaan. Untuk bawahannya yaitu menggunakan kain batik kebat Lereng Eneng Prada.
Adapun untuk pengantin prianya mengenakan Jas Buka Prangwedana yang warnanya biasanya disesuaikan dengan warna kebaya pengantin wanita. Begitupun dengan kain batik yang dipakai, supaya selaras maka harus disamakan warnanya dengan pengantin wanita. Yang tidak kalah penting adalah penutup kepala (Bendo) dengan hiasan permata. Kemudian di bagian bawah, dipakaikan juga Boro Sarangka, yakni sejenis kantong atau tempat untuk menyimpan keris.
Berdasarkan jenis dan tata busananya, dan sanggul wanita yang digunakan, Pakaian adat Sunda pengantin ini dibedakan menjadi 3 jenis.
  • Tata Busana Pakaian Adat Pengantin Sunda Siger (menggunakan sanggul Puspasari)
    Pakaian adat sunda untuk pengantin, pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
    Pengantin Sunda Siger
  • Busana Pengantin Sukapura (Sanggul Puspasari)
    Pakaian adat sunda untuk pengantin, pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
    Pengantin Sunda Sukapura
  • Baju Pengantin Tata Busana Sunda Puteri (Sanggul Ciwidey)
  • Pakaian adat sunda untuk pengantin, pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat
    Pengantin Sunda Puteri

6. Baju Adat Sunda untuk Anak-anak

Pembahasan kita yang terakhir dalam topic pakaian adat Sunda kali ini adalah tentang baju adat untuk anak-anak. Pada dasarnya, baju adat Sunda untuk anak-anak tentu sama saja dengan yang dikenakan oleh orang dewasa seperti baju adat Mojang Jajaka (resmi) di atas.
Untuk perempuan biasanya memakai kebaya sunda, dengan kain kebat. Adapun buat anak laki-laki yaitu meggunakan beskap atau jas, lengkap dengan bendo dan kain kebatnya juga. Yang membedakan tentu hanyalah ukurannya saja yang diperuntukkan untuk anak-anak dengan usia tertentu.
Pemakaian baju adat Sunda untuk anak-anak ini biasanya juga diperlukan dalam rangka mengisi suatu acara sekolah atau lainnya. Misal dalam memperingati hari kartini pada 21 April, atau ada acara paturay tineung (perpisahan sekolah) yang mengharuskan siswa mengenakan pakaian adat Sunda.
Dan berikut adalah contoh gambar penggunaan baju adat Sunda untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Saat melihatnya, kita akan sedikit merasa gemas karena lucunya anak-anak ini saat memakai pakaian adat Sunda.

Anak Laki-laki

pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat, pakaian adat sunda untuk anak-anak
Pakaian Adat Sunda Anak Laki-laki
Nama pakaian adat Sunda yang dikenakan kedua anak laki-laki lucu di atas adalah Beskap. Penggunaan jas dan kain kebat batik sebagai bawahan. Kemduian yang tidak kalah penting adalah pemakaian Bendo (tutup kepala khas SUnda). Menjadikan tampilan anak laki-laki menjadi gagah bak ksatria, namun juga lucu dan menggemaskan.

Anak Perempuan

pakaian adat Sunda, pakaian adat Jawa Barat, baju adat Sunda, pakaian daerah Sunda, nama pakaian adat Sunda, pangsi, baju adat Jawa Barat, adat Sunda,baju pengantin adat Sunda, nama pakaian adat Jawa Barat, pakaian adat sunda untuk anak-anak
Pakaian Adat Sunda Anak Perempuan
Potret di atas adalah salah satu contoh penggunaan pakaian adat Sunda anak Perempuan. Kebaya Sunda dengan motif sederhana dan berwarna polos putih dipadukan dengan kain kebat sebagai bawahan. Dan rambut yang tidak lupa untuk disanggul. Menjadikan mojang cilik ini semakin terlihat lucu tentunya.


source: